life · Pregnancy

Menjalani Kehamilan Yang Membahagiakan

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Saya percaya bahwa kehamilan merupakan salah satu anugrah terbesar yang Allah berikan bagi hamba-Nya. Terlepas dari kapan dan bagaimana, manusia berkewajiban dan berkesempatan untuk berikhtiar untuk diberikan amanah dari Allah tersebut.

Tidak ada satu ikhtiar dan doa yang luput dari pandangan dan pendegaran Allah, hingga pada waktu yang tepat, setetes air mani akan berkembang menjadi nutfah, bertumbuh menjadi zygot, bertransformasi menjadi janin yang kepadanya ditiupkan ruh. Lalu dia hidup. Jantungnya berdetak, sarafnya saling menjalin, perlahan-lahan kaki, tangan serta organ-organ lain pun terbentuk. Dia mampu merasa, dapat mendengar dan bergerak. Dia hidup dan bertumbuh-kembang.

Sejak dalam kandungan, janin sudah belajar. Dia belajar melakukan gerak refleks seperti menghisap jempol (lucu, bukan?), melatih paru-parunya untuk kelak bisa bernapas di dunia luar, berlatih menelan dan mencerna dengan cara ‘mencicipi’cairan ketuban. Bahkan, janin mampu membuka matanya, melihat sekitar (yang mungkin gelap ya) dan bermimpi.

Baginya, tidak ada yang lebih indah dibandingkan detak jantung dan desiran darah ibu. Kelak sistem pendengarannya semakin optimal, dia akan membedakan suara ibunya sendiri. Mendengar Ibunya berbicara, bercerita, bernyanyi, membaca Al Qur-an. Saat itu, dia akan tahu saat ibunya menyapa. Allah Maha Pencipta lagi Maha Penyayang.

Sejak hari pertama saya mengetahui bahwa saya mengandung, saya berjanji kepada diri sendiri, bahwa pelajaran pertama yang akan janin saya dapatkan adalah cinta. Dia harus tahu, dirinya ada karena cinta dan kasih sayang Allah terhadap umat-Nya. Anakku harus tahu, dirinya dicintai dan akan selalu dicintai oleh Tuhannya, oleh Ayah dan Ibunya. Bagaimana caranya? Dengan menjalani hari demi hari saya bersama dirinya dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur, rasa sayang kami kepada Pencipta dan ciptaannya. Tentu tidak mudah, namun bukankah manusia wajib untuk selalu berikhtiar?

Saya mulai ya 🙂

Dalam tubuh perempuan hamil ada banyaaaak sekali hormon yang bekerja. Sebut saja hormon progesteron, HCG (human chorionic gonadotrophine), HPL (human placenta placental lactogen),  endorphin, relaxin, oxytocin dan lain-lain. Nah hormon HCG lah menyebabkan beberapa perempuan mengalami mual di awal kehamilannya. Hormon HCG pula yang menimbulkan dua garis maupun tanda positif di test pack.

Saya singgung tentang hormon karena hormon ibu berpengaruh sekali terhadap janin. Salah satu nasihat yang mungkin sering didapat oleh ibu hamil adalah “bahagia terus ya”, true! Perempuan hamil yang bahagia memiliki hormon endorphin berlimpah yang syukurnya dapat juga dirasakan janin melalui plasenta dan tali pusatnya atau umbilical cord. Bayangkan janin luar biasa senangnya ketika mendapat sambungan hormon ini dari ibu (pssst, hormon yang terkait dengan imunitas tubuh janin juga dialirkan melalui mekanisme yang sama loh).

Selain hormon, nutrisi yang dibutuhkan janin juga diberikan ibu melalui dua teman main janin selama di rahim, plasenta dan tali pusat. Plasenta merupakan semacam lemari makanan bayi yang juga melakukan filtrasi terhadap zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh janin. Setiap makan dan minum, setelah menyebut nama Allah, saya selalu menyempatkan untuk berafirmasi, “yang baik-baik untuk A*** (nama masih disamarkan sampai bayiku lahir nanti. HEHEHEHE). A, ambil yang baik ya. kalau yang ga baik (misalnya kerupuk atau keripik ayahnya yang saya makan) balikin lagi ke Ibu biar Ibu buang nanti.”Because that’s how the system works. Racun dan sampah akan dikembalikan ke aliran darah ibu untuk dibuang melalui sistem ekskresi ibu.

Plasenta, tali pusat dan cairan ketuban merupakan sahabat pelindung janin selama dia menetap di penginapan gratis rahim ibu. Oleh karena itu, penting untuk menjaganya agar tetap sehat. Memastikan bahwa aliran darah ibu lancar juga krusial karena ini merupakan jalan transportasi kebutuhan janin. Bagaimana caranya? Again, be happy….. and stay active!

Perempuan hamil yang sehat dan bahagia akan tergambar dari hasil tes medik yang baik, tekanan darah normal dan senyuman yang lebar, tentu 🙂

Selama tidak ada indikasi kehamilan yang membahayakan, perempuan hamil dianjurkan untuk tetap menjalani gaya hidup aktif dan berolahraga ringan secara teratur. Memang menulis dan membicarakannya mudah tapi implementasinya perlu perjuangan lebih dari sekedar semangat ’45 hanya untuk bangun dari tempat tidur, menyeret kaki ke lantai dan mengambil matras yoga. Itulah yang saya rasakan di trimester awal. Rasa mual yang luar biasa lucunya, tubuh pegal, kepala berat memaksa saya untuk menobatkan kasur sebagai teman baik. Sampai akhirnya di suatu sesi kontrol (waktu usia kehamilan 14minggu), dr. Achmad mengingatkan

“Bu, yakin nih ya komit hamil ya? Salaman lagi dong.” *salaman

“Alhamdulillah komit. Pak, jadi saksi ya. Sus, jadi saksi ya. Ibunya udah komit. Gini, makannya udah mau, nutrisinya insya Allah sudah baik, tapi kenapa olahraganya masih belum teratur? Nutrisi yang baik gak akan tersalur dengan lancar ke janin kalau peredaran darah ibu kurang baik. Kenapa kurang baik? Kurang olahraga. Ibu dan bayi kurang mendapat manfaat vitamin D alami karena apa? Kurang olahraga, kurang terpapar sinar matahari pagi. Vitamin D dan sinar matahari pagi akan menekan resiko alergi pada bayi loh, Bu. Olahraga akan meminimalisasi resiko pre-eklampsia, edema, dan permasalahan kesehatan selama kehamilan. Buat ibu dan bayi, bukan buat saya, bukan buat bapaknya. Olahraga terserah deh apa aja, yang penting rutin. Saya kejar rutinitasnya. Ibu kan suka yoga, monggo ikut tuh prenatal yoga. Berenang, silakan. Apa aja, ya?” dr. Achmad menambahkan dengan senyum dan lirikan ke suami saya, “ya nggak, Pak?”

Ibu mana sih yang gak mikir berlapis-lapis ketika mendengar “buat bayinya”? Ya setidaknya semakin termotivasi. Hehehehe.

Jadi ibu, ayo kita bergerak! Jalan pagi 15 menit setiap hari lebih baik daripada tidak sama sekali, mengalokasikan 30 menit untuk meregangkan tubuh di pagi hari jauh lebih baik dibandingkan scrolling IG sejam di tempat tidur. Masalah sinar matahari, obgyn dan nutrisionis saya menganjurkan agar mendapat sinar matahari pagi (di bawah pukul 10) selama 15 menit setiap harinya atau 30 menit jika hanya dilakukaan saat akhir pekan.

Kalau saya pribadi, menyempatkan untuk melakukan prenatal yoga atau menari selama 30 menit di kamar setiap pagi ditambah dengan berjalan kaki menuju halte TransJakarta saat pergi ke kantor untuk mengjejar matahari. LOL. Yang kedua agak jarang sih karena lebih sering naik taksi online atau diantar supir. Huks. Tapi saya usahakan untuk dibayar pada hari Sabtu-Minggu.

Cepat bosan jika harus work out sendiri?  Find a class! Find a community that supports you! Ikut kelas tidak hanya baik untuk menambah ilmu seputar gerakan yang pas untuk perempuan hamil dan memastikan alignment nya baik agar tidak cedera, tapi juga dapat menambah teman baru. Saya suka sekali berbicara dengan sesama ibu hamil. Tukar pengalaman, ilmu, dan informasi tentang toko perlengkapan bayi beserta diskonnya! Abaikan saja poin terakhir.

Sejauh ini saya sudah mencoba 3 tempat prenatal yoga. Berikut saya berikan detilnya, semoga bermanfaat.

  1. Klinik Kemang Timur No. 23 (021-7195623) : ini klinik pribadi dr. Achmad Mediana. Prenatal yoga di sini dibimbing oleh Ibu Elvi Mustika (beliau pernah memfasilitasi prenatal yoga di Jakarta Do Yoga juga). Berlangsung selama 90 menit, kelasnya berlangsung dari pukul 11.00 sampai 12.30. Biayanya IDR 125,000. Sebaiknya reservasi dulu satu sehari sebelumnya. Saya pribadi suka kelasnya, tapi lokasinya jauh dari rumah. Jadi, saye memilih untuk rutin ke tempat yoga selanjutnya yang lebih dekat.
  2. Pro V Clinic, Jl. Permata Safir 1 W/5, Permata Hijau (021-53674555 / 0812-91059219): ada dua kelas dalam seminggu, Rabu (10.00-11.30) dan Sabtu (08.30-10.00). Di sinilah saya bertemu dengan Mbak Mila yang insya Allah akan menjadi doula di persalinan saya nanti. Mbak Mila merupakan instruktur prenatal yoga di klinik ini yang juga seorang bidan. Enaknya karena Mbak Mila bidan, selama kelas, peserta juga diberikan pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia juga, otot-otot yang bekerja saat persalinan, posisi rahim dan panggul yang baik, dll. Jadi, lebih aware dengan tubuh sendiri. Oya, bisa konsultasi colongan juga! Haha. Biayanya IDR 150,000/kedatangan. Reservasi dulu ya!
  3. Rumah Popok Enphilia, Jl. Pengadegan Selatan VII/30 (0897-9600-920). Fasilitatornya bernama Rika Widjono yang juga seorang doula. Biayanya IDR 100,000/kedatangan, 90 menit. Untuk jadwalnya bisa langsung ditanyakan ke Mbak Rika.

Selanjutnya, knowledge is key! Pengetahuan dan pemahaman terhadap apa yang sedang terjadi/dilakukan sangat dibutuhkan sehingga kita dapat benar-benar sadar saat melakukannya. Contohnya begini, Ibu, tahukah Anda, bahwa rahim kita bentuknya seperti alpukat atau balon udara seperti di bawah ini?

Mengerucut di bagian bawah. Ketika janin semakin membesar dan rahim ibu semakin sempit untuknya, dia akan mencari posisi terluas untuk meletakkan bokong yang berarti posisi kepalanya di bawah – siap lahir 🙂 Jika waktunya tiba, kepala janin akan masuk ke tulang panggul ibu dengan posisi anterior (posisi menghadap tulang punggung ibu). Tulang panggul ibu adalah bawgian bawa alpukat ya atau tempat penumpang di balon udara 🙂

Ada beberapa kasus di mana kepala janin tidak juga kunjung terkunci di panggul ibu meskipun sudah melewati HPL. Hal itu terjadi, mungkin saja dikarenakan rahim ibu yang tidak seimbang. Kenapa bisa tidak seimbang? Berdasarkan diskusi dengan Mbak Mila karena postur tubuh sehari-hari. Jadi, meskipun hamil, usahakan berdiri dan duduk yang tegak ya.

Ibu juga bisa membantu janin agar mengarah ke posisi terbaik untuk lahir dengan cara rutin melakukan cat-cow pose seperti di bawah. Ini merupakan gerakan yang selalu ada di setiap sesi prenatal yoga. Bisa juga dilakukan di sela-sela waktu istirahat kantor, loh. Atau selepas shalat di masjid 🙂

download
popsugar.com

Gerakan-gerakan yang membuka panggul dan melenturkan otot PSOAS juga bermanfaat sekali untuk ibu hamil seperti squat pose dan warrior pose. Bisa dicari sendiri ya untuk gambar masing-masing pose 🙂

Membaca artikel dari situs-situs kehamilan terpercaya juga dapat menambah wawasan (beberapa di antaranya, bidankita.com, babycentre.co.uk). Saran saya sih, baca saja artikel yang bersifat afirmatif, jangan yang justru bikin cemas. Hehehe. Ibu hamil bisa mengetahui tahapan perkembangan janin di setiap minggunya dengan harapan dapat lebih terkoneksi dengan dia. Setidaknya itu yang saya lakukan. Hehehe. Di trimester pertama-kedua saya rutin sekali mengecek aplikasi What to Expect di ponsel dan melihat video tentang kehamilan. Hahahaha. Kadang suka sampai terharu.

Pengetahuan juga penting untuk menyiapkan diri terhadap perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan, persalinan dan selanjutnya. Misalnya saja ya, semakin jelaslah garis hitam di bawah pusar. Tidak usah khawatir ibu, itu bukan stretch mark kok. Itu namanya linea nigra yang sejatinya sudah ada dari jauh sebelum kehamilan. Warna akan semakin menggelap seiring dengan bertambahnya usia kehamilan 🙂 Atau cemas ketika melihat ibu hamil lain yang perutnya sudah membuncit sempurna sementara perut kita masih relatif rata padahal usia kehamilannya sama. Jangan risau juga, karena uterus akan terus membesar tapi ya ukurannya akan menyesuaikan ukuran tubuh ibu 🙂 Allah sudah mengatur semua pada tempatnya,kok. Saya sendiri senaaaang sekali menghabiskan waktu berlama-lama di depan cermin melihat perut yang semakin membesar. Pertanyaan yang sama selalu saya ajukan kepada suami “aku gendut, gak?” yang menurut beliau “dijawab enggak salah, dijawab iya salah.”Hahahaha. Saya dulu suka cemas karena perut belum juga membesar, makanya ketika the bump started showing saya suka mematut-matut diri di depan cermin. “Ibu sekarang punya bola, isinya A.”Hehehehe. Begitu saya sampaikan ke A.

Kegiatan lain yang juga membahagiakan adalah berbicara dengan janin. Apalagi ketika pergerakan janin sudah bisa dirasakan dengan jelas, komunikasi antara ibu dan janin akan lebih mengasyikan! Mintalah pendapatnya, ajak main petak-umpet dengan cara merespon tendangannya, mendongenglah. Menyenangkaaaaaan sekali! S/he listens to you! Not only hearing, but also listening. Saya merasakan semakin intensif komunikasi saya dengan A, semakin saya bisa meraba karakternya sedikit demi sedikit , semakin bisa membaca pola aktivitasnya sehari-hari pula. A, anak Ayah dan Ibu ini, anak yang sangat mengerti saya. Huhuhu, terharu ya, bukannya saya yang mengerti dia tapi dia sudah belajar mengenal saya sedini mungkin. Pernah suatu hari saya merasakan seperti ditohok dari dalam. Saya tanyakan kepada teman-teman yang sudah berpengalaman, kata mereka, itu tulang bayinya. Kaget, karena biasanya hanya merasakan tendangan. Rasanya agak aneh karena kan baru pertama kali ya, di bawah tulang dada pula, dan di tulang rusuk. Kata Mbak Mila, itu bisa jadi tulang bokong atau kepalanya. Wah, Masya Allah! Tiba-tiba saya sadar, di hari-hari ketika saya sibuk bertanya, A tidak pernah lagi bermain di area itu. A tahu, ibunya kurang nyaman. Saya merasa bersalah. Huhuhu. Anak manis Ibu. Akhirnya saya bilang “ibu enggak apa-apa kok, A boleh main di manapun A merasa nyaman. Ibu kaget aja, kan belum pernah ngerasain ditabrak kepala atau bokong A. hehehe.”Setelah dapat green light, esok harinya A mencoba bermain di wilayah itu lagi. Yay!

A selalu menjadi penghibur terbaik ketika saya cemas tentang keadaannya. A juga relatif tenang namun di waktu yang sama merupakan individu yang ceria seperti ayahnya. Hmm, rasanya keras kepala karena beberapa kali saya minta bergerak, dia cuek. Ketika saya lengah, dia bergerak. Diminta tidur, malah bergerak. “I will only move whenever i want” mungkin begitu ya katanya. Huft, anak Ibu!

Terakhir, memperdengarkan musik. Belum ada hasil penelitian yang menunjukkan relevansi antara IQ dan musik klasik yang diperdengarkan kepada janin. Namun demikian, tidak ada salahnya mengizinkan dia mendengar musik tersebut. Sebenarnya tidak terbaas pada musik klasik, musik-musik lembut lain insya Allah dapat memberikan ketenangan kepada janin. Ya, ketenangan. Gelombang musik dapat disampaikan kepada janin melalui perantara cairan ketuban. Nah, gelombang yang paling mudah dibawa adalah musik yang lembut. Bisa juga murottal, agar insya Allah, janin sudah mulai akrab dengan kalimat-kalimat Allah ya.

Saya suka memperdengarkan murottal dan musik lembut ke A melalui headset. Hahahaha. Harusnya beli belly buds, tapi mahal ah! Jadi, headsetnya saya letakkan di perut. Saya set murottal atau musiknya saat saya bekerja di kantor ataupun sedang membaca, mengetik di rumah. Saya suka bilang “Ibu kerja, A sekolah ya.”LOL. Belakangan saya juga memperdengarkan audio book atau cerita pendek yang ada di youtube (bisa cek channel youtube One 4 Kids/Zaky dan Iqra Cartoon).

Selain yang sudah saya tuliskan di atas, saya percaya ada banyak hal lain yang membahagiakan dan mewujudkan rasa syukur terhadap karunia Allah ini yang tentunya bermanfaat untuk ibu dan janin.

Ibu, berbahagialah. Tuhan sudah menunjuk dan mempercayakan titipan kepadamu.

Saya berdoa agar setiap ibu hamil dan janinnya dapat merasakan kebahagiaan dan kesehatan di setiap proses yang mereka lalui.

Berbahagialah, Ibu.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

-Ibu dan A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s