Bahasa Indonesia · life · Pregnancy

Berbicara dengan plasenta – A’s first roommate

Assalamualaikum!

Di banyak artikel dan kelas penyuluhan seputar kehamilan disampaikan bahwa menjalin komunikasi dengan janin merupakan sarana untuk membentuk hubungan kuat antara ibu dan anak. Tentu teman-teman yang sudah pernah dan sedang hamil merasakan betapa menyenangkannya ngobrol dengan janin, kan? 👶🏻 Apalagi jika kata-kata kita terbalas dengan tendangan, pukulan, pergeseran punggung, balik badan atau ngulet alias stretching alias meregangkan otot tubuh yang dilakukan janin pintar kita 👼🏻 Seru! Tapi, apakah Ibu pernah juga menyapa plasenta? Si kantung ajaib yang menemani janin selama menginap di rahim.

Saya punya cerita sendiri tentang ini.

Saya sudah mulai bicara dengan A begitu mengetahui bahwa saya hamil. Semenjak itu, saya berusaha membekali diri dengan berbagai informasi seputar dunia kehamilan, termasuk plasenta. Di usia kandungan 10minggu, obgyn sudah menunjukkan adanya yolk sac yang diharapkan akan berkembang menjadi plasenta dalam beberapa minggu ke depan. Di situlah saya mulai sadar dengan pentingnya plasenta. Namun, saya belum juga ‘bicara’ kepadanya.

Empat minggu setelahnya, saat kunjungan rutin, obgyn menyampaikan bahwa plasenta sudah tersebentuk sempurna. Alhamdulillah! Tali pusat juga sudah berfungsi dengan baik. Allah Maha Penyayang! Obgyn menambahkan, “tapi letaknya di bawah. Menutupi sebagian jalan lahir.” Dengan senyum lebar dan sorot mata yang menenangkan, obgyn bilang, “masih ada banyaaaak sekali waktu untuk plasentanya naik. Usia kehamilannya masih muda kok. Santai aja.”

Plasenta previa alias low lying placenta adalah plasenta yang bertumbuh kembang di area bawah rahim ibu. Normalnya, plasenta menempel di bagian atas rahim, baik di depan (anterior), maupun belakang (posterior). Saya pernah baca bahwa ibu yang agak sulit merasakan gerakan bayi di trimester 2 bisa juga disebabkan oleh posisi plasenta yang ada di bagian depan, adik bayi ketutupan plasenta 😬👶🏻 Tak masalah, bukan? Ehehe.

Plasenta previa terbagi menjadi beberapa tipe, ada yang full (menutupi keseluruhan jalan lahir), marginal (menempel di dekat jalan lahir), maupun setengah menutupi. Menjadi perhatian karena tentunya berdampak pada persalinan, dan selama kehamilan jika disertai oleh pendarahan (biasanya terjadi pada ibu dengan kasus full placenta previa). Untuk menghindari pendarahan pada persalinan, nakes melakukan sectio caesaria. Apakah plasenta dapat berubah posisi? Bisa! Insya Allah. Seperti yang dikatakan obgyn saya. Mengapa? Karena rahim ibu seperti balon yang terus mengembang seiring dengan membesarnya janin. Kondisi tersebut akan ‘mengajak’ plasenta pelan-pelan bergerak ke bagian atas, menjauhi jalan lahir.

Saya sendiri meyakini bahwa plasenta adalah makhluk hidup yang dapat ‘berkomunikasi’ atas izin Allah Ta’ala. Maka, sebagai ikhtiar untuk membantunya bergerak menjauhi jalan lahir, saya berkenalan dengannya, yang kemudian saya panggil “kakak plasenta” 👧🏻 saya bantu pula dengan menambahkan pose bridge dalam yoga harian sambil ngobrol dengannya.

Yang ada dalam benak saya, kakak plasenta adalah kakak pelindung A selama di rahim. Kakak plasenta lah yang menyaring kandungan makanan yang saya konsumsi agar menjadi nutrisi baik bagi A. Kakak plasenta pula yang memberikan oksigen untuk A selama proses pembentukan sistem pernapasannya. Selain itu, kakak plasenta menyimpan berbagai hormon dan sel-sel antibodi dari saya untuk A. Singkatnya, kakak plasenta hidup untuk A. MasyaAllah, betapa baiknya dia 🌹

 

16treeoflife-jpg-image-975-568
Photo credit: http://www.theweek.in/health/cover/placenta-could-hold-the-key-to-improving-pregnancy-outcomes-and-and-treating-many-diseases.html

 

Setiap pagi, saya berusaha selalu menyapa A dan Kakak Plasenta. Di sela-sela kesibukan kantor, saya suka bilang “Kakak plasenta naik ya, agar A bisa keluar dengan mudah” atau bernyanyi nyanyi “plasenta di atas, kepala di bawah” 😂 dan yang paling penting menurut saya adalah, “terima kasih Kakak Plasenta, terima kasih sudah berfungsi dengan baik dan menjaga A.” Apakah saya merasa aneh? Tidak. Justru aktivitas itu menjadi afirmasi tersendiri untuk saya dan apa ya, ada rasa keterikatan dengan makhluk hidup yang sedang bertumbuh kembang dalam rahim.

Teruuus seperti itu. Saat saya yoga, saya pun bilang “pose ini untuk bantu Kakak Plasenta agar bisa naik. Ini ikhtiarnya Ibu. Ayo, we’re team!” 😁

Pada salah satu sesi yoga, instruktur saya, Mbak Mila cerita bahwa ada kliennya yang juga rutin berkomunikasi dengan janin dan kakak-kakaknya. Ya, dia bicara dengan plasenta, beserta tali pusat dan air ketuban. Ikatan antara dia dan janinnya pun kuat sekali.

Di rumah saya berpikir, umbilical cord alias tali pusat juga sayaaaaang sekali dengan A karena dialah yang menyalurkan segala hal baik dari plasenta langsung ke perut A. Air ketuban pun menjaga A agar tetap aman, sehat dan nyaman selama di rahim. Faktanya, janin (termasuk A) juga meminum air ketuban – icip icip rasa, belajar mengenal rasa dan sebagai pemanasan untuk sistem pernaannya. Wah, kakak pelindung A ada 3! Teman bicara saya pun bertambah 👶🏻👶🏻👶🏻👶🏻

Setiap hari saya ajak mereka bicara tentang aktivitas rutin, tentang pikiran saya, tentang penjelasan terhadap perasaan saya (“maaf ya, tadi ibu marah sama mas itu karena…”), baca buku cerita, dll.

Di usia kandungan 28minggu, obgyn bilang plasenta sudah naik tapi ujungnya masih berada di bawah. Obgyn bilang, kalau ada pendarahan di usia kehamilan 38minggu pilihan terbaiknya adalah sectio caesaria. Apakah saya menyerah? Tidak juga. Saya yakin, kakak-kakak plasenta akan membantu A. Saya juga punya motto sendiri “Ibu bantu A, A bantu Ibu” yang sering saya nyanyikan dengan nada lagu Dua Mata Saya 😂😂😂
Because i believe, Allah pair us together, we’re team! 👶🏻❤

Kontrol kehamilan di usia kandungan 32minggu membawa kabar baik; plasenta sudah naik jauuuuh dari jalan lahir. Alhamdulillah! Allah Maha Baik! 👶🏻 atas izin Allah lah plasenta tidak lagi menutupi jalan lahir. Saya senang luar biasa, apalagi selama 32minggu ke belakang tidak pernah sekalipun saya mengalami pendarahan. Bahkan saya masih tetap aktif yoga. Allahu Akbar! ❤

Apakah saya berhenti bicara kepada para pelindung janin sehat, cerdas, kuat, solehah ini? Tidak! 😬 malah saya merasa semakin dekat.

Beberapa kali saya pernah merasa kangen, tapi tak tahu kangen siapa juga. Rasanya kangeeeen banget sampe sedih gitu.
Baru kemarin saya sadar, kakak-kakak pelindung A lah yang kangen dengan A. Sewaktu saya duduk di mobil, secara sadar bernapas, melihat ke sekeliling, saya tahu kakak-kakak pelindung A menyampaikan sesuatu,
“A semakin besar, semakin kuat dan pintar. A sudah 34 minggu Ibu, sebentar lagi akan lahir, insya Allah. Sebentar lagi, kami akan berpisah dengan A. A akan menjalani kehidupannya di luar sana. Kami senang, Ibu. Walaupun nanti A akan lupa dengan kami karena Allah akan memberinya banyak ilmu dan teman baru di dunia sana, kami akan selalu mengingat A kecil kami. Meskipun A tidak lagi dengan kami, we will always be around her.” Kurang lebih begitu. And i burst into tears.

They protect my baby, as Allah’s wills. They are there. Then i realize that Allah never missed any single details. He prepares everything, in place.

Kakak plasenta, kakak tali pusat dan kakak air ketuban, terima kasih banyak. Ibu sayang kalian.

Sekarang, saya suka bilang ke A, “sebentar lagi A lahir. Sabar ya, Nak. Beberapa minggu lagi. Main-main dulu dengan kakak-kakak di rahim Ibu. Sayang-sayang kakak plasentanya, kakak tali pusat, air ketuban, ya. Mereka akan selalu ingat A meskipun A sudah lahir nanti, meskipun A lupa dengan mereka. Kakak-kakak bilang, insya Allah, mereka akan selalu menemani. Once you’re born A, and you feel lonely, please remember that you’ll never be alone. Kakak-kakak akan selalu menemani A. The most important thing, Allah will always be with you.”

Sudah malam.
Selamat istirahat A, kakak plasenta, kakak tali pusat dan kakak air ketuban ❤

Love,
Ibu

Wassalamualaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s